Selasa, 18 Mei 2010

Kromatografi


Kromatografi adalah suatu istilah umum yang digunakan untuk bermacam-macam teknik pemisahan yang didasarkan atas partisi sampel diantara suatu fasa gerak yang bisa berupa gas ataupun cair dan fasa diam yang juga bisa berupa cairan ataupun suatu padatan. Penemu Kromatografi adalah Tswett yang pada tahun 1903, mencoba memisahkan pigmen-pigmen dari daun dengan menggunakan suatu kolom yang berisi kapur (CaSO4). lstilah kromatografi diciptakan oleh Tswett untuk melukiskan daerah-daerah yang berwarna yang bergerak kebawah kolom. Pada waktu yang hampir bersamaan, D.T. Day juga menggunakan kromatografi untuk memisahkan fraksi-fraksi petroleum, namun Tswett lah yang pertama diakui sebagai penemu dan yang menjelaskan tentang proses kromatografi.



Perkembangan tentang kromatografi agak lambat untuk beberapa tahun sampai digunakan suatu teknik dalam bentuk kromatografi padatan cair (LSC). Kemudian pada akhir tahun 1930 an dan permulaan tahun 1940 an, kromatografi mulai berkembang. Dasar kromatografi lapisan tipis (TLC) diletakkan pada tahun 1938 oleh Izmailov dan Schreiber, dan kemudian diperhalus oleh Stahl pada tahun 1958. Hasil karya yang baik sekali dari Martin dan Synge pada tahun 1941 (untuk ini mereka memenangkan Nobel) tidak hanya mengubah dengan cepat kroinatografi cair tetapi seperangkat umum langkah untuk pengembangan kromatografi gas dan kromatografi kertas. Pada tahun 1952 Martin dan James mempublikasikan makalah pertama mengenai kromatografi gas. Diantara tahun 1952 dan akhir tahun 1960 an kromatografi gas dikembangkan menjadi suatu teknik analisis yang canggih.

Semakin banyak usaha dilakukan untuk pengembangan kromatografi cair. Kromatografi cair, dalam praktek ditampilkan dalam kolom gelas berdiameter besar, pada dasarnya dibawah kondisi atmosfer. Waktu analisis lama dan segala prosedur biasanya sangat membosankan. Pada akhir tahun 1960 an, sebagai suatu teknik mengimbangi kromatografi gas. High Performance Liquid Chromatography (HPLC) atau Kromatografi Cair Penampilan Tinggi atau High Preformance = Tekanan atau Kinerja Tinggi, High Speed = Kecepatan Tinggi dan Modern = moderen) telah berhasil dikembangkan dari usaha ini. Kemajuan dalam keduanya instrumentasi dan pengepakan kolom terjadi dengan cepat, sehingga sulit untuk mempertahankan suatu bentuk hasil keahlian membuat instrumentasi dan pengepakan kolom dalam keadaan tertentu. Tentu saja, saat ini dengan teknik yang sudah matang dan dengan cepat, KCKT mencapai suatu keadaan yang sederajat dengan kromatografi gas.

Kromatografi berkembang menjadi teknik pemisahan untuk zat kimiawi dengan sifat yang sangat mirip, dan dapat digunakan untuk identifikasi kualitatif dan penetapan kuantitatif untuk zat-zat yang sudah dipisahkan.
Keuntungan-keuntungan dari Kromatografi diantaranya :
1. Kromatografi merupakan metoda pemisahan yang cepat, mudah dan menggunakan peralatan yang murah serta sederhana, kecuali untuk kromatografi gas, hingga campuran yang kompleks dapat dipisahkan dengan mudah.
2. Kromatografi hanya membutuhkan campuran cuplikan.yang sangat sedikit sekali, bahkan tidak menggunakan jumlah yang besar, disamping itu kromatografi pekerjaannya dapat diulang.

Minggu, 16 Mei 2010

KROMATOGRAFI


LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ANALITIK II

PERCOBAAN V

KROMATOGRAFI KERTAS

NAMA : ANNISA SYABATINI

NIM : J1B107032

KELOMPOK : 1

ASISTEN : SYANA ASRI N

PROGRAM STUDI KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARBARU

2009

PERCOBAAN V

KROMATOGRAFI KERTAS

I. TUJUAN PERCOBAAN

Tujuan percobaan praktikum ini adalah untuk mempelajari Ag(I) dan Pb(II) dengan menggunakan metode kromatografi kertas.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Pada awalnya kromatografi dianggap semata-mata sebagai bentuk partisi cairan–cairan. Serat selulosa yang hidrofilik dari kertas tersebut dapat mengikat air, setelah disingkapkan ke udara yang lembab, kertas saring yang tampak kering itu sebenarnya dapat mengandung air dengan persentase tinggi, katakan 20 % (bobot/bobot) akan lebih. Jadi kertas itu sebenarnya dapat mengandung air dengan persentase tinggi dan kertas itu dipandang sebagai analog dengan sebatang kolom yang berisi stasioner berair. Zat-zat terlarut itu padahal fase geraknya dapat campur dengan air akan dalam beberapa kasus, malahan fase geraknya adalah larutan itu sendiri (Day & Underwood, 1980).

Susunan serat kertas membentuk medium berpori yang bertindak sebagai tempat untuk mengalirkannya fase bergerak. Berbagai macam tempat kertas secara komersil tersedia adalah Whatman 1, 2, 31 dan 3 MM. Kertas asam asetil, kertas kieselguhr, kertas silikon dan kertas penukar ion juga digunakan. Kertas asam asetil dapat digunakan untuk zat–zat hidrofobik (Khopkar, 1990).

Selain kertas Whatman dalam teknik kromatografi dapat pula digunakan kertas selulosa murni. Kertas selulosa yang dimodifikasi dan kertas serat kaca. Untuk memilih kertas, yang menjadi pertimbangan adalah tingkat dan kesempurnaan pemisahan, difusivitas pembentukan spot, efek tailing, pembentukan komet serta laju pergerakan pelarut terutama untuk teknik descending dan juga kertas seharusnya penolak air. Seringkali nilai Rf berbeda dari satu kertas ke kertas lainnya. Pengotor yang terdapat pada kertas saring adalah ion-ion Ca2+, Mg2+, Fe3+, Cu2+ (Basset, 1994).

Dalam kromatografi, komponen-komponen terdistribusi dalam dua fase yaitu fase gerak dan fase diam. Transfer massa antara fase bergerak dan fase diam terjadi bila molekul-molekul campuran serap pada permukaan partikel-partikel atau terserap. Pada kromatografi kertas naik, kertasnya digantungkan dari ujung atas lemari sehingga tercelup di dalam solven di dasar dan solven merangkak ke atas kertas oleh daya kapilaritas. Pada bentuk turun, kertas dipasang dengan erat dalam sebuah baki solven di bagian atas lemari dan solven bergerak ke bawah oleh daya kapiler dibantu dengan gaya gravitasi. Setelah bagian muka solven selesai bergerak hampir sepanjang kertas, maka pita diambil, dikeringkan dan diteliti. Dalam suatu hal yang berhasil, solut-solut dari campuran semula akan berpindah tempat sepanjang kertas dengan kecepatan yang berbeda, untuk membentuk sederet noda-noda yang terpisah. Apabila senyawa berwarna, tentu saja noda-nodanya dapat terlihat (Day & Underwood, 1990).

Harga Rf mengukur kecepatan bergeraknya zona realtif terhadap garis depan pengembang. Kromatogram yang dihasilkan diuraikan dan zona-zona dicirikan oleh nilai-nilai Rf. Nilai Rf didefinisikan oleh hubungan:

Rf =


Jarak (cm) dari garis awal ke pusat zona

Jarak (cm) dari garis awal ke garis depan pelarut

Pengukuran itu dilakukan dengan mengukur jarak dari titik pemberangkatan (pusat zona campuran awal) ke garis depan pengembang dan pusat rapatan tiap zona. Nilai Rf harus sama baik pada descending maupun ascending. Nilai Rf akan menunjukkan identitas suatu zat yang dicari, contohnya asam amino dan intensitas zona itu dapat digunakan sebagai ukuran konsentrasi dengan membandingkan dengan noda-noda standar (Khopkar, 1990).

Proses pengeluaran asam mineral dari kertas desalting. Larutan ditempatkan pada kertas dengan menggunakan mikropipet pada jarak 2–3 cm dari salah satu ujung kertas dalam bentuk coretan garis horizontal. Setelah kertas dikeringkan, ia diletakan didalam ruangan yang sudah dijenuhkan dengan air atau dengan pelarut yang sesuai. Terdapat tiga tehnik pelaksanaan analisis. Pada tehnik ascending; pelarut bergerak keatas dengan gaya kapiler. Sedangkan ketiga dikenal dengan cara radial atau kromatografi kertas sirkuler (Basset, 1994).

Kromatografi bergantung pada pembagian ulang molekul-molekul campuran antara dua fase atau lebih. Tipe-tipe kromatografi absorpsi, kromatografi partisi cairan dan pertukaran ion. Sistem utama yang digunakan dalam kromatografi partisi adalah partisi gas, partisi cairan yang menggunakan alas tak bergerak (misalnya komatografi kolom), kromatografi kertas dan lapisan tipis ( Svehla, 1979).

Distribusi dapat terjadi antara fase cair yang terserap secara stasioner dan zat alir bergerak yang kontak secara karib dengan fase cair itu. Dalam kromatografi partisi cairan, fase cair yang bergerak mengalir melewati fase cair stasioner yang diserapkan pada suatu pendukung, sedangkan dalam kromatografi lapisan tipis adsorbennya disalutkan pada lempeng kaca atau lembaran plastik (Basset, 1994).
III. ALAT DAN BAHAN
A.Alat

Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah botol penyemprot, tabung gelas, penutup tabung gelas, pipa kapiler, penggaris, gunting, pensil, pipet tetes.
B. Bahan

Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah kertas Whatman no. 1 ukuran 12×25 cm, larutan cuplikan 1 dan 2, larutan blanko 1 (Ag(I)) dan banko 2 (Pb(II)), larutan KI, larutan dikromat dan larutan asam asetat : air (1:1).
IV. PROSEDUR KERJA
1. Kertas Whatman no.1 dengan ukuran 12 x 25 cm disiapkan dan ditarik batas (dengan pensil) kira-kira 2 cm dari pinggir kertas.
2. Kertas dibagi menjadi 4 kolom dan diberi nomor pada tiap kolom.
3. Kolom 1 dan 3 ditetesi dengan cuplikan A dan B, dan kolom 2 dan 4 dengan larutan baku Ag (I) dan Pb (II).
4. Larutan pengembang disiapkan yang berisis dengan 12,5 mL larutan asam asetat:air (1:1).
5. Kertas ditempatkan dalam ruang pengembang, dijaga agar larutan pengembang tidak menyentuh cuplikan dan ditutup ruang pengembang.
6. Kertas diambil dari dalam larutan pengembang apabila kertas telah menyerap larutan pengembang hingga ¾-nya.
7. Pada kertas diberi tanda batas larutan pengembang dengan menggunakan pensil dan kertas dikeringkan.
8. Setiap dua buah kolom digunting dan disemprot dengan pereaksi pengenal. Larutan Ag (I) dengan dikromat menghasilkan warna merah dan Pb (II) dengan KI menghasilkan warna kuning.
9. Jarak perpindahan dari tiap komponen diukur dan dihitung nilai Rf nya.
V. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil dan Perhitungan

1. Hasil

No.


Langkah percobaan


Hasil pengamatan

1.

2.

3.
Kertas saring diukur, dititolkan cuplikan

Ke dalam lar. Asam oksalat dimasukkan :

Aquades:air (1:1), ditunggu larutan naik ¾ kertas whatman

Kertas whatman dikeringkan, digunting setiap 2 kolom, disemprot dengan pereaksi pengenal

Ag(I)+dikromat à merah

Pb(II)+KI à kuning






A Ag B Pb

A Ag B Pb

Pelarut

A = 6,5 cm

Ag = 6,5 cm

B = 6,3 cm

Pb = 6,3 cm

Komponen

A = 5,3 cm

Ag = 5,6 cm

B = 5,6 cm

Pb = 5,8 cm

1. 2. Perhitungan

Diketahui : Kolom A: jarak komponen tertentu = 5,3 cm

jarak gerak pelarut = 6,5 cm

Kolom Ag: jarak komponen tertentu = 5,6 cm

jarak gerak pelarut = 6,5 cm

Kolom B: jarak komponen tertentu = 5,6 cm

jarak gerak pelarut = 6,3 cm

Kolom Pb: jarak komponen tertentu = 5,8 cm

jarak gerak pelarut = 6,3 cm

Ditanya : Nilai Rf cuplikan dan larutan standar ?

Jawab:

1. Rf larutan cuplikan

Rf =

Rf cuplikan A = = 0,8154

Rf cuplikan B = = 0,8889

1. Rf larutan standar

Rf =

Rf larutan Ag (I) = = 0,8615

Rf larutan Pb (II) = = 0,9206
B. Pembahasan
Dalam percobaan ini digunakan kertas kromatografi sebagai medium penyerapan larutan pengembang. Kertas tersebut diukur dan dibagi menjadi empat bagian. Pada kolom 1 sampai kolom empat secara berturut-turut ditetesi dengan cuplikan; larutan Ag (I); cuplikan; larutan Pb (II) dengan menggunakan mikro pipet. Setelah kering, kertas dicelupkan dalam larutan pengembang yang berisi 12,5 mL larutan asam asetat dalam air dengan perbandingan 1:1. Senyawa-senyawa yang akan dideteksi berupa blanko yang mengandung Ag(I) dan blanko 2 mengandung Pb(II) serta sampel 1 dan sampel 2 yang kemungkinan mengandung kedua senyawa diatas. Logam-logam Ag dan Pb dapat dipisahkan melalui perbedaan Ksp nya sebagai garam klorida, AgCl dan PbCl2, karena ion-ion logam ini memiliki sifat yang polar yang dapat larut dalam pelarut-pelarut polar seperti air. Karenanya dalam pemisahan dengan metode kromatografi kertas ini digunakan ion-ion logam yang merupakan logam golongan I.

Dalam percobaan ini digunakan metode ascending, dimana pelarut maupun komponen akan teradsopsi dan bergerak ke atas dengan gaya kapiler pada kertas kromatografi, berlawanan dengan gaya gravitasi hingga ¾ bagian dari panjang kertas kromatografi tersebut. Dari hasil percobaan didapatkan jarak gerak pelarut atau larutan pengembang pada kolom satu sampai dengan kolom empat secara berurutan yaitu sebesar 6,5 cm; 6,5 cm; 6,3 cm; 6,3 cm. Kertas kromatografi tersebut dikeringkan dan dibagi menjadi 2 bagian, bagian pertama terdiri dari kolom 1 dan 2, sedangkan bagian kedua terdiri dari kolom 3 dan 4. Kolom 1 dan 2 diuji dengan menyemprotkan larutan dikromat pada potongan kertas kromatografi. Sedangkan kolom 3 dan 4 diuji dengan menyemprotkan larutan KI pada potongan kertas kromatografi yang kedua. Penyemprotan dilakukan dengan hati-hati karena larutan tersebut cukup berbahaya.

Jarak titik atau noda yang terbentuk setelah melalui proses penyemprotan dengan larutan pengenal dikromat dan KI yang tampak pada kertas kromatografi secara berurutan sebesar 5,3 cm; 5,6 cm; 5,6 cm; 5,8 cm. Penyemprotan dengan larutan dikromat menghasilkan noda berwarna orange kemerahan, sedangkan dengan larutan KI menghasilkan noda warna orange. Dari hasil warna tersebut maka diketahui bahwa pada cuplikan 1 terkandung ion-ion logam Ag(I), sesuai dengan senyawa yang terkandung dalam blanko 1. Sedangkan pada cuplikan 2 terbukti mengandung ion-ion logam Pb(II), seperti dalam larutan blanko 2 yang mengandung ion logam Pb(II). Reaksi yang terjadi pada sampel 1:

2 Ag + CH3COOH AgOH + CH3COOH

AgOH Ag+ + OH-

Ag+ + CrO42- Ag2CrO4

merah

Sedangkan pada sampel 2 yaitu:

Pb2+ + 2CH3COOH Pb(OH)2 + (CH3COO)2Pb

Pb(OH)2 Pb2+ + 2OH-

Pb2+ + 2KI PbI2

kuning

Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan besarnya harga Rf untuk cuplikan 1 dan larutan Ag (I) adalah 0,8154 berwarna kuning dan 0,8615. Sedangkan besar Rf pada cuplikan 2 dan larutan Pb (II) yaitu sebesar 0,8889 berwarna kuning dan 0,9206.
VI. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah:

1. Kromatografi kertas merupakan kromatografi dengan menggunakan kertas penyaring sebagai penunjang fase diam dan fase bergerak, berupa cairan yang terserap di antara struktur pori kertas.
2. Dalam cuplikan 1 terkandung ion-ion logam Ag(I), sesuai dengan senyawa yang terkandung dalam blanko 1. Sedangkan dalam cuplikan 2 terkandung ion-ion logam Pb(II), seperti pada blanko 2 yang mengandung ion logam Pb(II).
3. Besarnya harga Rf untuk cuplikan 1 dan larutan Ag (I) adalah 0,8154 dan 0,8615.
4. Besar Rf pada cuplikan 2 dan larutan Pb (II) yaitu sebesar 0,8889 dan 0,9206.
DAFTAR PUSTAKA
Basset, J, et al. 1994. Buku Ajar Vogel; Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Penerbit buku kedokteran EGC. Jakarta.

Day & Underwood. 1980. Analisa Kimia Kuantitatif. Edisi Keempat. Erlangga. Jakarta.

Khopkar, S.M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Svehla, G. 1979. Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semi Mikro Jilid 1 Edisi Kelima. PT. Kalman Media Pustaka. Jakarta.

Sultan Daulat Butuh Bank

SUBULUSSALAM - Mendongkrak pembangunan ekonomi di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, kehadiran bank dinilai sangat dibutuhkan. Daerah ini memiliki prospek yang cukup bagus karena menjadi daerah transit yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Tenggara.

Selain itu seperti diutarakan, Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Subulussalam, Baginda Nasution, faktor pendukung lain, pemerintah saat ini sedang melaksanakan program pembangunan jalan tembus Sultan Daulat-Kutacane melalui Muara Situlen. Jika ini selesai, maka aktivitas dan jalur transportasi Subulussalam-Kutacane tidak lagi melalui Dairi atau Kabanjahe, Sumatera Utara. “Dari Subulussalam akan dapat ditempuh dengan dua jam perjalanan darat, sedangkan dari Sumut mencapai enam jam,” ucapnya kepada Serambi, Senin (5/4).

Selain itu dia katakan, Keude Gelombang di Desa Suka Maju juga merupakan pusat perniagaan terbesar di Kota Subulussalam setelah pasar Terminal terpadu di Kecamatan Simpang Kiri. Para pedagang yang berniaga di Keude Gelombang tidak hanya dari Subulussalam tapi tak sedikit yang datang dari Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Sidikalang dan Tanah Karo.

“Tak hanya itu, di Gelombang juga terdapat rumah toko yang sehari-hari menjadi pusat perbelanjaan masyarakat kecamatan Sultan Daulat. Juga ada dua perusahaan perkebunan besar yang berada di Sultan Daulat,” sebut Baginda.

Dia berharap masalah ini menjadi perhatian serius bagi pelaku perbankan, terutama PT Bank BPD Aceh. Keberadaan bank dia katakan akan dapat menunjang pertumbuhan perekonomian masyarakat di pedesaan. Karena itu dia optimis, kehadiran bank akan sangat berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat setempat.

SUBULUSSALAM

SUBULUSSALAM-Rapor mayoritas Bidan desa (Bides) di Kota Subulussalam adalah merah. Lantaran, Dinas Kesehatan menilai para Bides itu belum menunjukkan kinerja yang baik dalam melaksanakan tugas di lapangan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Subulussalam, Zulkarnain SKM M.Kes kepada wartawan dua hari lalu menanggapi munculnya penyakit borok bernanah (ulkus) yang tak pernah dilaporkan oleh para Bides ke Puskesmas.

Pernyataan ini juga disampaikan Kadiskes Zulkarnain saat dipanggil Walikota Subulussalam, Merah Sakti terkait informasi penyakit borok bernanah yang juga menjangkiti warga di kawasan pedalaman. Zulkarnain mengakui hingga saat ini masih sangat banyak Bides yang belum mampu bekerja secara baik. Padahal, menurutnya, berbagai upaya untuk mendorong kinerja para Bides telah dilakukan oleh dinas, namun tetap belum menunjukkan hasil maksimal.

Buktinya, saat dilakukan evaluasi terhadap 74 bides di Subulussalam sebahagian besar dipastikan berapor merah. Terkait masalah itu, Zulkarnain menegaskan telah memberikan warning terhadap para Bides yang mendapat raport merah agar memperbaiki diri dalam batas waktu sebulan ke depan. Namun, Zulkarnain tidak menjelaskan apa sanksi yang diberikan terhadap para Bides jika dalam batas waktu ditentukan tidak mampu menunjukkan prestasinya.

Pihak Diskes tidak memiliki data lengkap tentangh borok tersebut, karena belum menerima laporan dari desa maupun Puskesmas. Padahal, menurut Zulkarnain, kasus tersebut mestinya dilaporkan oleh para Bides melalui Puskesmas selanjutnya diteruskan ke Dinkes. Kadiskes Zulkarnain mengatakan, selama ini masih adanya anggapan para Bides bahwa tugasnya Bides hanya sebagai membantu ibu hamil atau pertolongan persalinan ibu melahirkan. Padahal, menurut Kadiskes, saat ini tugas para Bides bukan hanya dua hal tersebut namun juga diharapkan dapat menangani pelayanan kesehatan di level bawah.

SUBULUSSALAM

Walikota Subulussalam, Merah Sakti SH mengingatkan para CPNS yang akan diangkat sebagai PNS agar tidak bermalas-malasan atau menunda pekerjaan dalam bertugas. Dan kepada PNS yang berkeinerja buruk Walikota berjanji akan memberikan sanksi berat. Hal ini dikatakan Sakti kepada wartawan belum lama ini setelah mengetahui buruknya kinerja para pegawai di jajarannya setelah melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke perkantoran dan puskesmas di Kecamatan Longkib dua hari lalu.

Dalam sidak tersebut, Sakti menegaskan tidak akan segan-segan menindak para pegawai maupun CPNS jika lali dalam melaksanakan tugas. “Apalagi para CPNS, kalau tidak mampu menunjukkan kinerja yang baik, saya tidak segan-segan menunda kenaikan statusnya menjadi PNS,” tegas Sakti.

SUBULUSSALAM -Karena itu, Walikota mengimbau, agar kesempatan CPNS dapat dijadikan ajang pembekalan ilmu pengetahuan tanpa ada pelanggaran yang akhirnya dapat merugikan diri sendiri, apalagi sampai berbuat kesalahan besar yang akan berakibatkan diberhentikan dari CPNS dan mengimbau agar seluruh CPNS dapat melaksanakan orientasi ini dengan baik.

Dikatakan, sebagai CPNS dituntut untuk meningkatkan disiplin, tanggungjawab, semangat kerja yang lebih besar dalam melaksanakan tugas ditempat masing-masing. Sebelumnya diberitakan, mayoritas bidan desa (Bides) di wilayah Kota Subulussalam mendapat rapor merah dari Dinas Kesehatan (Diskes) setempat lantaran dinilai belum menunjukkan kinerja baik dalam melaksanakan tugas di lapangan.

Pernyataan ini disampaikan Kadiskes Zulkarnain saat dipanggil Walikota Subulussalam, Merah Sakti terkait informasi penyakit borok bernanah yang juga menjangkiti warga di Kota Subulussalam. Zulkarnain mengakui hingga saat ini masih sangat banyak bides yang belum mampu bekerja secara baik. Padahal, menurutnya, berbagai upaya untuk mendorong kinerja para bides telah dilakukan oleh dinas, namun tetap belum menunjukkan hasil maksimal.

Rabu, 12 Mei 2010

Gejala-Gejala Borok (Ulcer)


Gejala-gejala dari penyakit borok adalah beragam. Banyak pasien-pasien borok mengalami indigestion (salah cerna) yang minimal atau tidak ada ketidaknyamanan sama sekali. Beberapa melaporkan perasaan terbakar pada perut bagian atas atau nyeri lapar satu sampai tiga jam setelah makan dan ditengah malam. Gejala-gejala nyeri ini seringkali segera dihilangkan dengan makanan atau antacids. Nyeri dari penyakit borok berkorelasi buruk dengan kehadiran atau keparahan dari pemborokan aktif. Beberpa pasien-pasien mempunyai nyeri yang gigih bahkan setelah borok disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan. Lain-lain tidak mengalami nyeri sama sekali, meskipun borok-borok kembali. Borok-borok seringkali datang dan pergi secara spontan tanpa pernah diketahui oleh individu itu, kecuali komplikasi serius (seperti perdarahan atau perforasi) terjadi.Mendiagnosa Borok (Ulcer)
Diagnosis borok dibuat dengan barium upper GI x-ray (x-ray barium pencernaan bagian atas) atau endoskopi bagian atas (EGD-esophagogastroduodenoscopy). Barium upper GI x-ray adalah mudah dilakukan dan tidak melibatkan risiko atau ketidaknyamanan. Barium adalah senyawa berkapur yang dimasukan secara oral (mulut). Barium terlihat pada x- ray, dan memetakan lambung pada film x-ray. Bagaimanapun, barium x-rays adalah kurang akurat dan mungkin tidak mendeteksi borok-borok sampai 20% dari waktu pemeriksaan.

Endoskopi bagian atas adalah lebih akurat, namun melibatkan pemberian obat penenang pada pasien dan penyisipan dari tabung yang lentur melalui mulut untuk memeriksa lambung, esophagus (kerongkongan), dan duodenum. Endoskopi bagian atas mempunyai keuntungan tambahan dari memperoleh kemampuan mengangkat contoh-contoh jaringan yang kecil (biopsi-biopsi) untuk menguji infeksi H. pylori. Biopsi-biopsi dapat juga diperiksa dibawah mikoroskop untuk menyampingkan kanker. Sementara hampir semua duodenal ulcers adalah jinak (tidak berbahaya), gastric ulcers (borok-borok lambung) dapat adakalanya menjadi bersifat kanker. Oleh karenanya, biopsi-biopsi seringkali dilakukan pada gastric ulcers untuk menyampingkan kanker. Komplikasi-Komplikasi Borok (Ulcer)
Pasien-pasien dengan borok-borok umumnya berfungsi cukup nyaman. Beberapa borok-borok kemungkinan sembuh bahkan tanpa pengobatan-pengobatan. Oleh karenanya, persoalan-persoalan utama yang berakibat dari borok-borok dikaitkan dengan komplikasi-komplikasi borok. Komplikasi-komplikasi termasuk perdarahan borok, perforasi borok, dan rintangan lambung.

Pasien-pasien dengan perdarahan borok mungkin melaporkan tinja-tinja hitam seperti ter (melena), kelemahan, perasaan pingsan ketika berdiri (orthostatic syncope), dan memuntahkan darah (hematemesis). Perawatan awal melibatkan penggantian yang cepat dari kehilangan cairan-cairan tubuh secara intravena. Pasien-pasien dengan perdarahan yang gigih atau parah mungkin memerlukan transfusi-transfusi darah. Endoskopi bagian atas dilakukan untuk menegakan tempat pedarahan dan untuk menghentikan perdarahan borok yang aktif dengan bantuan dari alat-alat yang dipanaskan.

Ulcer perforation (perforasi borok) menjurus pada kebocoran dari isi lambung kedalam rongga perut (peritoneal), berakibat pada peritonitis akut (infeksi dari rongga perut). Pasien-pasien ini melaporkan penimbulan yang tiba-tiba dari nyeri perut yang ekstrim, yang diperburuk oleh segala tipe gerakan. Otot-otot perut menjadi kaku dan seperti papan. Operasi darurat biasanya diperlukan.

Pasien-pasien dengan rintangan perut seringkali melaporkan peningkatan nyeri perut, memuntahkan makanan yang tidak tercerna atau sebagian tercerna, nafsu makan yang berkurang, dan kehilangan berat badan. Rintangan biasanya terjadi pada atau dekat pyloric canal. Pyloric canal adalah bagian sempit yang alamiah dari lambung ketika ia bergabung dengan bagian atas dari usus kecil yang disebut duodenum. Endoskopi bagian atas adalah bermanfaat dalam menegakan diagnosis dan menyampingkan kanker lambung (gastric cancer) sebagai penyebab dari rintangan. Pada beberapa pasien-pasien, rintangan lambung dapat dihilangkan dengan tabung penghisap isi lambung untuk 72 jam, bersama dengan obat-obat anti-borok secara intravena, seperti cimetidine (Tagamet) dan ranitidine (Zantac). Pasien-pasien dengan rintangan yang gigih memerlukan operasi. Perawatan-Perwatan Yang Tersedia Untuk Borok-Borok Perut (Peptic Ulcers)
Tujuan dari perawatan borok adalah untuk menghilangkan nyeri dan untuk mencegah komplikasi-komplikasi borok, seprti perdarahan, rintangan, dan perforasi (pelubangan). Langkah pertama dalam perawatan melibatkan pengurangan faktor-faktor risiko (NSAIDs dan sigaret-sigaret). Langkah berikutnya adalah pengobatan-pengobatan.

Antacids menetralkan asam yang ada dalam lambung. Antacids seperti Maalox, Mylanta, dan Amphojel adalah perawatan-perawatan yang aman dan efektif. Bagaimanapun, aksi menetralkan dari agen-agen ini adalah berjangka pendek, dan pendosisan yang sering diperlukan. Magnesium yang mengandung antacids, seperti Maalox dan Mylanta, dapat menyebabkan diare, sementara agen-agen aluminum seperti Amphojel dapat menyebabkan sembelit. Borok-borok seringkali kembali ketika antacids dihentikan.

Studi-studi telah menunjukan bahwa protein dalam lambung yang disebut histamine menstimulasi sekresi asam lambung. Histamine antagonists (H2 blockers) adalah obat-obat yang dirancang untuk menghalangi aksi dari histamine pada sel-sel lambung, jadi mengurangi produksi asam. Contoh-contoh dari H2 blockers adalah cimetidine (Tagamet), ranitidine (Zantac), nizatidine (Axid), dan famotidine (Pepcid). Sementara H2 blockers adalah efektif dalam menyembuhkan borok, mereka mempunyai peran yang terbatas dalam menghapuskan H. pylori tanpa antibiotik-antibiotik. Oleh karenanya, borok-borok seringkali kembali ketika H2 blockers dihentikan. Umumnya, obat-obat ini ditolerir dengan baik dan mempunyai sedikit efek-efek sampingan bahkan dengan penggunaan jangka panjang. Pada kejadian-kejadian yang jarang, pasien-pasien melaporkan sakit kepala, kebingungan, kelesuan, atau halusinasi-halusinasi. Penggunaan kronis dari cimetidine mungkin jarang menyebabkan impoten atau pembengkakan payudara. Keduanya cimetidine dan ranitidine dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menangani alkohol. Pasien-pasien pada obat-obat ini yang meminum alkohol mungkin mempunyai tingkat-tingkat alkohol darah yang meninggi. Obat-obat ini mungkin juga mengganggu penanganan hati dari obat-obat lain seperti Dilantin, Coumadin, dan theophylline. Pengamatan dan penyesuaian yang seringkali dari dosis-dosis dari obat-obat ini mungkin diperlukan.

Proton-pump inhibitors seperti asomeprazole (Prilosec), lansoprazole (Prevacid), pantoprazole (Protonix), esomeprazole (Nexium), dan rabeprazole (Aciphex) adalah lebih kuat daripada H2 blockers dalam menekan sekresi asam. Proton-pump inhibitors yang berbeda-beda adalah sangat serupa dalam aksi dan tidak ada bukti bahwa yang satu lebih efektif daripada yang lainnya dalam menyembuhkan borok-borok. Sementara proton-pump inhibitors adalah sebanding dengan H2 blockers dalam keefektifannya dalam merawat borok-borok lambung dan duodenum, ia adalah lebih unggul dari H2 blockers dalam merawat borok-borok kerongkongan (esophageal ulcers). Borok-borok kerongkongan adalah lebih sensitif daripada borok-borok lambung dan duodenum pada jumlah-jumlah yang kecil dari asam. Oleh karenanya, penekanan asam yang lebih sepenuhnya yang dikerjakan oleh proton-pump inhibitors adala penting untuk penyembuhan borok kerongkongan. Proton-pump inhibitors ditolerir dengan baik. Efek-efek sampingan adalah tidak umum; mereka termasuk sakit kepala, diare, sembelit, mual dan ruam. Dengan menarik, proton-pump inhibitors tidak mempunyai segala efek pada kemampuan seseorang untuk mencerna dan menyerap nutrisi-nutrisi. Proton-pump inhibitors juga telah ditemukan adalah aman ketika digunakan jangka panjang, tanpa efek-efek merugikan kesehatan yang serius yang dilaporkan.

Sucralfate (Carafate) dan misoprostol (Cytotec) adalah agen-agen yang memperkuat lapisan perut terhadap serangan-serangan oleh getah pencernaan yang asam. Carafate melapisis permukaan borok dan memajukan penyembuhan. Pengobatan mempunyai sangat sedikit efek-efek sampingan. Efek-efek sampingan yang paling umum adalah sembelit dan gangguan penyerapan dari obat-obat lain. Cytotec adalah senyawa seperti prostaglandin yang biasanya digunakan untuk menetralkan efek-efek borok dari NSAIDs. Studi-studi menyarankan bahwa Cytotec mungkin melindungi lambung dari pemborokan pada merekan yang meminum NSAIDs pada basis yang kronis. Diare adalah efek sampingan yang umum. Cytotec dapat menyebabkan keguguran ketika diberikan pada wanita-wanita hamil, dan harus dihindari oleh wanita-wanita pada umur-umur untuk hamil.

Banyak orang-orang mengandung H. pylori dalam lambung-lambungnya tanpa pernah mempunyai nyeri atau borok-borok. Adalah tidak sepenuhnya jelas apakah pasien-pasien ini harus dirawat dengan antibiotik-antibiotik. Lebih banyak studi-studi diperlukan untuk menjawab pertanyaan ini. Pasien-pasien dengan penyakit borok dan infeksi H. pylori yang terdokumentasi harus dirawat dengan kombinasi-kombinasi antibiotik. H. pylori dapat sangat sulit dihapus/dibasmi sepenuhnya. Perawtan memerlukan kombinasi dari beberapa antibiotik-antibiotik, adakalanya dalam kombinasi dengan proton-pump inhibitor, H2 blockers atau Pepto-Bismol. Antibiotik-antibiotik yang umumnya digunakan adalah tetracycline, amoxicillin, metronidazole (Flagyl), clarithromycin (Biaxin), dan levofloxacin (Levaquin). Pembasmian H. pylori mencegah kembalinya borok-borok (persoalan utama dengan semua pilihan-pilihan perawatan borok lainnya). Pembasmian dari bakteri ini mungkin juga mengurangi risiko mengembangkan kanker lambung di masa depan. Perawatan dengan antibiotik-antibiotik membawa risiko reaksi-reaksi alergi, diare, dan adakalanya colitis (peradangan dari usus besar) parah yang diinduksi antibiotik.

Tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa pembatasan-pembatasan diet dan diet-diet lunak memainkan peran dalam penyembuhan borok. Tidak ada hubungan-hubungan yang terbukti yang ada antara penyakit borok perut dan pemasukan kopi dan alkohol. Bagaimanapun, karena kopi menstimulasi sekresi asam lambung, dan alkohol dapat menyebabkan gastritis, konsumsi alkohol dan kopi yang sedang seringkali direkomendasikan. Ringkasan
Dengan perawatan modern, pasien-pasien dengan penyakit borok dapat menjalankan kehidupan-kehidupan yang normal tanpa perubahan-perubahan gaya hidup atau pembatasan-pembatasan diet. Perokok-perokok sigaret telah ditemukan mempunyai komplikasi-komplikasi borok dan kegagalan perawatan yang lebih tinggi. Penghapusan bakteri H. pylori tidak hanya menyembuhkan borok-borok, namun juga mencegah kekambuhan dari penyakit borok.
Seperti yang diumumkan pada catatan dibawah halaman, semua informasi yang ada di website ini dimaksudkan sebagai pengetahuan umum untuk anda dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnose dan merawat persoalan kesehatan dan penyakit tanpa konsultasi dengan dokter. Setidaknya anda dapat memberitahukan kepada dokter keluhan/gejala penyakit anda dan anda dapat mengerti tentang diagnose yang diberitahukan dokter kepada anda.

Selain itu dengan pengetahuan-pengetahuan yang anda dapat pada website ini, anda dapat mencegah penyakit-penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat yaitu makanan dengan kalori tinggi, stres, merokok, konsumsi alkohol berlebihan dan tidak olahraga secara teratur.

Pengetahuan-pengetahuan ini juga dapat membantu anda menghemat biaya-biaya pemeriksaan labor dan alat-alat jika suatu saat anda jatuh sakit yaitu caranya dengan anda dapat mengetahui pemeriksaan labor dan alat-alat mana yang memang diperlukan dan mana yang berlebihan. Dengan terus meningkatnya biaya-biaya pemeriksaan labor dan alat-alat, maka pengetahuan-pengetahuan ini merupakan suatu kebijaksanaan yang menguntungkan untuk anda apalagi seringkali terjadi pada beberapa rumah sakit-rumah sakit (tentunya melalui dokter atau dokter jaga) yang menetapkan tanpa sadar atau dengan penuh kesadaran pemeriksaan-pemeriksaan baik labor maupun alat-alat yang berlebihan (tidak diperlukan).

Yang paling penting dari segala-galanya adalah anda menjalankan suatu gaya hidup sehat sejak anda masih muda dengan diet yang rendah kalori, menghindari makanan-makanan cepat saji, makan banyak buah-buahan dan sayur-sayuran, tidak merokok, tidak minum alkohol berlebihan, tidak stres, berolahraga secara teratur. Ini dapat mencegah anda dari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, seperti penyakit jantung koroner, diabetes dan lain-lainnya. Seperti kata pepatah bahwa pencegahan adalah lebih baik daripada pengobatan.

Pada saat ini memang belum semua artikel sudah selesai dimuat di website ini, namun kami akan mengerjakan artikel-artikel lainnya secepat mungkin untuk ditempatkan pada website ini. Begitu juga dengan pengetahuan-pengetahuan yang telah ada akan kami aktualisasikan dengan pengetahuan-pengetahuan baru dari peneliti-peneliti bidang kesehatan.

Semoga pengetahuan-pengetahuan kesehatan dalam website ini bermanfaat bagi anda semua dan jika anda tidak menemukan dalam website ini artikel-artikel yang ingin anda ketahui, maka anda dapat mengirim permintaan anda ke alamat email kami, mudah-mudahan kami dapat secepatnya menempatkan artikel-artikel yang diminta anda pada website ini.

Penyebab-Penyebab Borok-Borok (Peptic Ulcers)


Untuk waktu bertahun-tahun, kelebihan asam dipercayai adalah penyebab utama dari penyakit borok. Sesuai dengannya, penekanan perawatan adalah menetralkan dan menghalangi sekresi asam lambung. Sementara asam masih dipertimbangkan signifikan dalam pembentukan borok, penyebab utama dari borok sekarang ini dipercayai adalah infeksi dari lambung oleh bakteri yang disebut "Helicobacter pyloridus" (H. pylori). Penyebab utama lainnya adalah penggunaan yang kronis dari obat-obat anti-peradangan, umumnya dirujuk sebagai NSAIDs (nonsteroidal anti-inflammatory drugs), termasuk aspirin. Merokok sigaret adalah juga penyebab yang penting dari pembentukan borok dan kegagalan perawatan borok.

Bakteri H. pylori adalah sangat umum, menginfeksi lebih dari satu milyar orang-orang diseluruh dunia. Ditaksir bahwa separuh dari populasi Amerika yang lebih tua dari umur 60 tahun telah terinfeksi dengan H. pylori. Infeksi biasanya bertahan untuk waktu bertahun-tahun, menjurus pada penyakit borok pada 10% sampai 15% dari mereka yang terinfeksi. H. pylori ditemukan pada lebih dari 80% dari pasien-pasien dengan borok-borok lambung (gastric) dan duodenum (duodenal). Sementara mekanisme dari bagaimana H. pylori menyebabkan borok-borok tidak dimengerti dengan baik, eliminasi dari bakteri ini dengan antibiotik-antibiotik telah dengan jelas ditunjukan menyembuhkan borok-borok dan mencegah kekambuhan borok.

NSAIDs adalah obat-obat untuk arthritis dan kondisi-kondisi peradangan lain dalam tubuh yang menyakitkan. Aspirin, ibuprofen (Motrin), naproxen (Naprosyn), dan etodolac (Lodine) adalah sedikit dari contoh-contoh dari kelompok obat-obat ini. Prostaglandins adalah senyawa-senyawa yang adalah penting dalam membantu lapisan-lapisan perut melawan kerusakan asam yang korosif. NSAIDs menyebabkan borok-borok dengan mengganggu prostaglandins dalam lambung.

Merokok sigaret tidak hanya menyebabkan pembentukan borok, namun juga meningkatkan risiko komplikasi-komplikasi borok seperti perdarahan borok, halangan dan perforasi (pelubangan) lambung. Merokok sigaret juga adalah penyebab utama dari kegagalan perawatan pengobatan borok.

Berlawanan dengan kepercayaan yang populer, alkohol, kopi, colas, makanan-makanan pedas, dan kafein tidak ada peran yang terbukti dalam pembentukan borok. Dengan cara yang sama, tidak ada bukti yang meyakinkan untuk menyarankan bahwa stre-stres kehidupan atau tipe-tipe perorangan berkontribusi pada penyakit borok.
Menurut wikipedia, Borok adalah luka yang terbuka pada kulit, mata atau membran mukosa yang sering disebabkan oleh peradangan, infeksi, kanker, hipertensi, diabetes, dan lain-lain. Penyebab lain borok pada kulit termasuk tekanan dari berbagai sumber. Berikut laporan Cah Pasar tentang petualangan borok di Sulang di masa silam. Sebuah dokumentasi kesehatan yang menarik untuk disimak. Ed.


Di era the one and only-nya TVRI satu-satunya stasion tv yang terpaksa atau tidak terpaksa ditonton (belum musim yang namanya rating), kita anak-anak jaman dulu (jadul) hanya bisa pasrah dikasih jatah acara beberapa jam sehari berisi film kartun, si unyil, ayo menyanyi-Ibu kasur dan acara menggambarnya Pak Tino Sidin. Selebihnya untuk segmen remaja dan dewasa yang belum tentu memudengkan.

Di luar jam-jam jatah nonton itu tadi kita anak-anak akan kembali ke dunianya yaitu dunia permainan. Jangan dibayangkan permainan itu semodern jaman sekarang yang cuma nglesot pencat-pencet (PS, game online, dkk.), waktu itu permainan masih sederhana dan lebih banyak melibatkan aktifitas fisik. Yang sempat booming adalah jompretan, betengan, benthik, kasti, dan ada satu lagi permainan yang konon berasal dari UK yang bernama go back trough the door (yang lalu rusak karena lidah jowo menjadi gobaksodor). Maka tidak mengherankan tubuh anak-anak jadul itu mrengkel atos tidak seperti anak sekarang yang cendrung menderita obesitas, lha wong mainnya cuma nglesot pencat-pencet.

Karena permainan yang sangat aktif tersebut tidak sedikit menimbulkan insiden yang membuat cedera luka walaupun tidak begitu serius misalnya tabrakan antarteman kepleset sampai nyungsep di kalen. Cidera luka itu akan meninggalkan bekas di kaki, tangan bahkan wajah.

Tapi jangan harap proses dari luka sampai sembuh dan meninggalkan bekas itu cuma butuh waktu yang sebentar seperti jaman sekarang yang setelah terluka besoknya luka itu mengering dengan sendirinya. Waktu itu anak-anak jadul kalo lagi apes mendapat luka terpaksa rela memulai prosesnya menjadi borok yang kadang untuk benar-benar sembuh dibutuhkan waktu sampai mingguan bahkan bulanan, mungkin faktor penanganan setelah terjadi luka itu yang kurang baik, karena umumnya luka itu hanya dicuci air lalu dibiarkan terbuka begitu saja dan akhirnya dibantai oleh sekelompok laler. Maka jangan heran kalo borok di masa lalu itu lama-lama jadi semakin lebar dan dalam. Kalo sudah seperti itu harus dikasih obat yang dulu terkenal untuk menyembuh kan borok yaitu kapsul Dumex caranya dengan membuka kapsul tersebut lalu isinya ditaburkan pada borok, jangan ditanya betapa syaeton sakit dan perihnya akibat dumex itu dan biasanya dengan dikipasi akan mengurangi beban penderitaan.

Di era informasi sekarang masyarakat sudah lebih tahu dari pada masyarakat jaman dulu, juga dalam hal kesehatan khususnya penanganan luka secara modern, yang sebetulnya sedehana sekali yaitu sesegera mungkin mencuci luka menggunakan air hangat lalu cuci lagi dengan alkohol 90% untuk yang satu ini akan merasakan sakit dan perih sekaligus bernostalgia tentang borok di masa lalu yang ditaburi isi kapsul dumex dan sekali lagi dengan dikipasi akan mengurangi beban penderitaan.

Yang jadi pertanyaan sekarang ini adalah mengapa borok itu tidak menampakkan diri lagi, apakah mikroorganisme yang mengantarkan luka menjadi borok itu telah punah karena pemanasan global (global warming) yang membuat luka-luka tempat hidup mereka itu jadi lebih cepat kering dari biasanya, yang kemudian mikroorganisme itu memutuskan untuk alih profesi saja sebagai pendaur ulang sampah menjadi semacam kompos? Aatau mungkin mereka itu sekedar mudik ke kampung halamannya lalu suatu saat akan kembali? Hai anak-anak jadul waspadalah!..waspadalah!…